Teknologi Clean Meat Untuk Masa Depan

Seiring bertambahnya jumlah manusia, teknologi daging juga semakin meningkat. Tidak hanya meningkatkan aspek jumlah produksi daging juga kualitas dan keamanan daging itu sendiri.

Proses produksi daging secara konvensional (jalur peternakan) dinilai kurang ramah lingkungan dan membutuhkan sumber daya yang terlalu besar.

Ada yang mengurusi ternak, ada yang mengurusi pakannya, ada yang mengurusi tempat atau habitatnya. Kedepan hal seperti ini dirasa tidak efisien. Selain itu banyaknya riset dampak buruk zat antibiotik pada daging konvensional menambah daftar permasalahan produk daging ini.

Berkaca dari hal ini, para ilmuwan mulai mengembangkan metode produksi protein dari daging yang lebih berkelanjutan, bergizi dan aman. Jenis daging ini dikenal dengan sebutan clean meat atau in vitro meat atau cultured meat.

Clean meat diproduksi dalam lingkungan buatan (artificial) yang mana kondisinya dikontrol dalam sebuah laboratorium. Clean meat dihasilkan dari kultur jaringan dengan memasukkan sel – sel otot dalam media pertumbuhan yang mengandung protein agar tumbuh menjadi sepotong daging.

Setelah sel inisiasi diperoleh, pembuatan daging ini tidak lagi membutuhkan binatang hidup karena dapat diperbanyak menggunakan sel tersebut. Daging yang dihasilkan diklaim lebih bersih dibanding daging dari hewan yang disembelih baik dari segi sanitasi juga lebih ramah lingkungan.

Bagaimana caranya clean meat ini dibuat? Dikutip dari Foodreview Indonesia (1/2019), pembuatan clean meat diawali dengan mengambil sampel kecil dari sel – sel protein jaringan otot dan sel – sel lemak hewan. Sejumlah kecil sel – sel induk ini kemudian ditumbuhkan untuk diperbanyak dalam media nutrisi, sehingga sel – sel indukan tersebut pada akhirnya tumbuh membentuk serupa jaringan aslinya.

Media biakan memberikan nutrisi berupa garam, larutan penyangga dan faktor pertumbuhan lain yang memungkinkan sel berproliferasi. Perbanyakan sel jaringan hewan secara in vitro umumnya di dalam bioreaktor khusus.

Sebagai catatan keseimbangan komposisi dan konsentrasi campuran spesifik nutrisi – nutrisi yang tepat adalah hal yang sangat penting untuk dapat menumbuhkan daging secara in vitro. Pengaturan ini perlu dilakukan untuk dapat menstimulus dengan baik tingkat pertumbuhan, perbanyakan dan diferensiasi sel – sel indukan di luar tubuh asli hewan.