Rahasia Manfaat Teh

Siapa yang tidak kenal teh. Sejak dulu, orang tua kita selalu menyajikan teh disetiap makanan sebagai penghilang haus dahaga kita.

Selain itu, teh juga terbukti klinis memiliki manfaat kesehatan. Diantaranya dapat memperbaiki sistem percernaan, meningkatkan kesehatan jantung, hati, paru, kulit, gigi dan mulut serta mengurangi risiko kanker.

Lalu senyawa apa yang terdapat dalam teh yang sanggup memberikan manfaat-manfaat tersebut.

Polifenol, senyawa inilah yang menjadi rahasia manfaa teh. Apa sih polifenol itu? Polifenol merupakan senyawa yang memiliki dua atau lebih cincin aromatik dan gugus hidroksil.

Polifenol merupakan metabolit sekunder yang secara alami terdapat di hampir semua tanaman.

Senyawa ini bertanggung jawab dalam menangkal serangan radiasi ultraviolet, patogen, parasit dan predator.

Disamping itu, polifenol juga bertanggung jawab akan rasa bitterness dan astringency sebagai hasil interaksinya dengan prosianidin dan glikoprotein. Sebagian besar polifenol berada dalam bentuk flavonoid dan larut dalam air.

Diantara sejumlah polifenol yang tersedia dalam teh, katekin yang termasuk dalam flavonoid kelompok flavanol merupakan senyawa yang paling menyita perhatian.

Katekin merupakan senyawa yang berperan dalam efek kesehatan baik teh hitam, teh hijau maupun teh oolong.

Hasil penelitian Professor Rice Evans, katekin dalam kadar yang sama mempunyai keampuhan sebagai antioksidan yang lebih baik dari vitamin C, vitamin E dan Bera Karoten. Yang lebih menggembirakan, katekin bekerja secara sinergis dengan ketiganya.

Katekin menyumbang 78% antioksidan dari teh. Fungsi teh sebagai antioksidan selanjutnya mendasari hampir seluruh manfaat kesehatan yang diterbitkannya.

Untuk itu Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui SNI 3143 : 2011 dan SNI 7707 : 2011 tentang minuman teh dalam kemasan dan teh instan telah menjadikan pilifenol sebagai salah satu syarat mutunya.

Kini teh bukan saja sebagai penghilang dahaga, melainkan juga minuman fungsional dengan klaim kesehatan.