Pemkab Kukar Usulkan Penetapan Kawasan Konservasi 81 ekor Pesut Mahakam

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan didampingi Direktorat Konservasi dan Keanekaragamaan Hayati Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKHL KKP), menggelar workshop atau lokakarya.

Workshop membahas Tata Cara Penetapan Cadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara, di Ruang Rapat Bapedda lantai 2 Kantor Bapedda, Tenggarong, pekan lalu.

Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kukar Wiyono mengatakan, Kukar memiliki potensi perikanan yang besar.

“Selain itu, juga dianugerahi lumba – lumba air tawar yang merupakan mamalia endemik khas di Kalimantan Timur, yaitu Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris),” ujar Wiyono saat membacakan sambutan Plt Bupati Kukar H Chairil Anwar.

Dikatakannya, habitat Pesut Mahakam ini berada di Sungai Mahakam bagian tengah dan anak – anak sungainya serta Danau Semayang dan Danau Melintang di sekitarnya.

Lebih lanjut, hasil penelitian dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species Of Indonesia (RASI) pada tahun 2019 populasi Pesut Mahakam ini tinggal 81 ekor saja dibanding 88 ekor pada tahun 2015.

“Maka atas inisiatif dan usulan dari Yayasan RASI bekerja sama dengan tim teknis lintas perangkat daerah di Pemkab Kukar, disusunlah suatu kawasan perlindungan Pesut Mahakam melalui pencadangan kawasan konservasi perairan.,” ujarnya.

Sementara itu Direktur KKHL KKP Andi Rusandi mengatakan, penetapan kawasan berdasarkan kajian ilmiah dan berbasis kemasyarakatan bagi Pesut Mahakam ini bertujuan untuk memperoleh perlindungan habitat yang efesien.

Yakni melalui peningkatan kualitas habitat yaitu menghindari polusi bahan kimia dan suara bawah air, serta mengurangi risiko kematian yang disebabkan rengge (jaring tangkap ikan), racun dan tertabrak kapal.

Selain itu, juga diinginkan terealisasinya sistem pemantauan perkembangan dan ancaman terhadap Pesut Mahakam, sumber daya perikanan dan kualitas air, serta terbangunnya ekowisata yang berbasis kemaayarakatan dan alam di daerah habitat Pesut Mahakam.

Pada acara itu juga dipaparkan materi terkait kondisi Pesut Mahakam oleh Danielle Kreb dari Yayasan Konservasi RASI, Amehr Hakim dari Direktorat KKHL serta Ahmad Gestiadi Pasaribu dari Kemendagri.

Workshop diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Pemkab Kukar kepada Direktorat Konservasi dan Keanekaragamaan Hayati Laut. (prokom02)