Pahitnya Kopi Lekyuh Sasar Penikmat Kopi Balikpapan

Jika Anda terbiasa dengan kopi susu yang manis, pasti tidak suka dengan pahitnya kopi Lekyuh ini. Sang pemiliki, Yuhri Achirul ingin agar semenjak dari tegukan pertama, rasa kopi lebih menonjol ketimbang rasa manis.

Memang kopi yang dijual tidak pure kopi, melainkan ditambah dengan gula aren. Tapi komposisi kopi yang lebih banyak mampu mengalahkan manisnya gula aren.

Lekyuh berasal dari Lek (paman) dan Yuh (singkatan dari Yuhri). Unik memang karena menggunakan namanya sendiri sebagai branding. Biasanya menggunakan nama kebarat-baratan. Yuhri ingin agar namanya yang menjadi branding untuk kopi buatannya.

Kedainya sendiri terletak di Gang Damai Balikpapan dan buka setiap hari Senin-Sabtu. Anda tidak perlu khawatir kesulitan menemukan kedai ini, karena warna cat yang digunakan mencolok yakni kuning.

Secara property, kedai ini menawarkan konsep open space dan take away. Sedikit sekali kursi yang ada di dalam kedai. Yuhri menyakini bahwa konsumennya adalah penikmat kopi yang tidak banyak memiliki waktu nongkrong.

Misalnya para pekerja yang tidak memiliki waktu untuk dine in, namun harus tetap mengonsumsi kopi. Biasanya mereka ini yang rutin membeli kopi bahwak ketika tidak memiliki waktu untuk duduk santai di kedai kopi sekalipun.

Selain open space, harga yang relatif muruh juga menjadai daya tarik konsumen. Bayangkan segelas kopi enak bisa dinikmati hanya Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu.

Murahnya harga kopi ini bukan karena kualitas yang rendah namun karena Yuhri ingin agar kopinya dikenal luas oleh masyarakat Balikpapan. Tetap ada untung, tapi tidak banyak. Demikian ucap sang pemilik.

Bagi pencinta non kopi, Anda juga bisa memesan teh lemon, teh susu, susu, susu strawberrry dan susu coklat. Penasaran? Yuk cicipi kopi Lekyuh di outletnya atau kunjungi IG di @kopilekyuh.

Selamat menikmati.