Nelayan Kukar Menerima 1.766 Paket Mesin dari Pemkab Kukar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono menyerahkan secara simbolis sebanyak 1.766 paket mesin konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan penerima sasaran yang tersebar di kecamatan-kecamatan wilayah hulu Mahakam, pekan lalu, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Liang Ilir Kecamatan Kota Bangun.

Adapun bantuan yang diserahkan tersebut berupa mesin ces (perahu bermotor), konverter kit, tabung gas dua unit dengan perincian 861 paket perairan umum dan 905 paket perairan laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Dadang S, mengatakan bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan PT Pertamina yang didukung oleh anggota DPRD RI Dapil Provinsi Kaltim.

“Alhamdulillah tahun ini merupakan tahun kedua bantuan dari Kementerian ESDM kepada para nelayan yang ada di Kukar. Sebelumnya pada tahun 2018 juga menerima bantuan sebanyak 1.815 paket,” ujar Dadang.

Lebih lanjut Dadang meminta kepada para nelayan yang belum menerima bantuan agar segera mengurus Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan), sehingga kedepan keberadaan nelayan tersebut terdata. Sebab menurutnya, nelayan yang tidak memiliki Kartu Kusuka bisa dipastikan tidak mendapatkan bantuan karena tidak terdata.

“Daftarkan diri dengan baik di dalam one data untuk mendapatkan Kartu Kusuka. Jika bapak-bapak tidak memiliki kartu tersebut sampai kapanpun tidak akan mendapat bantunan. Kalau belum punya, ya diurus karena ada anggota kami (red-ASN Dinas Kelautan dan Perikanan) di Kecamatan Kota Bangun yang bisa membantu,” ucap Dadang.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Wahyudi Akbari mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun kedua bantuan dari Kementerian ESDM bagi nelayan yang berada di Kukar dengan jumlah total bantuan yang telah diserahkan sebanyak 3.581 paket.

Wahyudi meminta kepada para nelayan yang menerima bantuan untuk melaporkan kepada pihak Kementerian ESDM apabila ada oknum yang meminta imbalan, karena menurutnya program bantuan tersebut diberikan secara gratis.

Lebih lanjut, dirinya Wahyudi mengajak para nelayan yang telah menerima bantuan untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya guna mencari nafkah. “Kepada bapak-bapak nelayan gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dalam mencari nafkah, jangan dikonversikan dan dijualbelikan. Ini pesan dari Pak Menteri,” ucap Wahyudi Akbari.

Sementara itu, Sekda Kukar H Sunggono saat membacakan sambutan Plt Bupati Kukar H Chairil Anwar, mengucapkan selamat kepada para nelayan yang menerima bantuan tersebut, dengan harapan digunakan sebaik-baiknya guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Lebih lanjut, H Chairil Anwar mengatakan, perikanan sebagai bagian dari ruang lingkup pertanian secara keseluruhan memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Menurutnya, pengelolaan potensi perikanan sejauh ini telah mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Namun harus dilakukan penguatan sehingga potensi yang dimiliki dapat dikelola secara optimal, dengan cara penyedian infrastruktur dasar perikanan seperti TPI, balai benih ikan, jalan produksi yang telah diupayakan dalam penguatan sektor perikanan. (prokom-07)