Mengapa Memilih Clean Meat?

Clean meat memang bukan daging konvensional dari hewan ternak yang disembelih. Clean meat merupakan daging yang dibuat secara in vitro. Beberapa faktor yang mendasari mengapa memilih clean meat di masa depan seperti dikutip dari Foodreview Indonesia (1/2019).

EFISIENSI

Teknologi clean meat secara significan dapat mempersingkat waktu untuk memproduksi daging sampai siap dikonsumsi. Daging konvensional harus menunggu bertahun – tahun, sedangkan clean meat cukup beberapa minggu tanpa ada penyembelihan hewan.Fasilitas untuk menumbuhkan clean meat dapat dibangun secara vertikal sehingga efisien menggunakan lahan yang lebih kecil.

BERKELANJUTAN

Menurut FDA (Food and Agriculture Organization) tahun 2011 mencatat, konsumsi daging dunia akan meningkat 73% pada tahun 2050. Sifat dari clean meat yang dapat diperbanyak dengan mudah akan dapat memproduksi daging sesuai dengan permintaan pasar.Produksi clean meat berdampak pada pengurangan hewan yang disembelih.

KEAMANAN PANGAN

Beberapa ahli percaya clean meat aman dikonsumsi. Dalam produksi daging konvensional, patogen seperti Salmonella dan E. coli yang ada di saluran pencernaan ternak dapat dipindahkan ke daging selama pemotongan. Karena clean meat ditanam dalam tangki bioreaktor steril, kontaminasi dengan patogen tersebut maupun lainnya dapat dicegah atau setidaknya mudah dideteksi sebelum produk masuk ke pasar. Clean meat juga dapat mengurangi timbulnya penyakit baru seperti flu burung, flu babi serta penyakit prion yang ditularkan oleh daging ternak.

INOVASI BARU

Komposisi dari clean meat bisa diatur dengan bebas, misal mendesain tingkat variasi kandungan berbagai vitamin, kadar zat gizi, maupun kandungan kombinasi protein di dalamnya sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Proses ini dapat digunakan untuk mengurangi kandungan asam lemak jenuh yang kurang baik bagi kesehatan di daging konsumsi, serta untuk mendesain daging khusus yang sangat rendah lemak jahat untuk para penderita kolesterol.