LPPOM MUI Gelar Pelatihan Sistem Jaminan Halal

“Yang ikut pelatihan tidak hanya pengusaha muslim. Semua ingin produknya bersertifikat halal. Karena, halal bisa menaikkan nilai jualnya. Halal itu untuk semua manusia, bukan muslim saja,” ungkap Sumarsongko Ketua LPPOM MUI Kaltim saat menyelenggarakan Pelatihan Sistem Jaminan Halal.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kantor MUI Kaltim, Jalan Harmonika Samarinda, Sabtu (2/2), diikuti puluhan pengusaha dari berbagai daerah di Kaltim dan Kaltara. Mereka merupakan pemilik berbagai usaha catering, kafe, air mineral dalam kemasan hingga bakery.

Ketua LPPOM MUI Kaltim, Sumarsongko menuturkan bahwa UU Jaminan Produk Halal telah diterbitkan sejak tahun 2014. Hanya saja sosialisasi dirasa masih kurang. Untuk itu akan diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai petunjuk teknis UU 33 / 2014 di bulan Oktober 2019.

Berlakunya UU ini membuat semua produk yang diperdagangkan harus mengantongi sertifikat halal, termasuk juga pakaian. Kecuali memang produk yang tidak halal seperti mengandung babi dan alkohol. Itu harus ada keterangannya.

Beragamnya latar belakang pengusaha yang mulai sadar dengan halal, sebenarnya satu paket juga dengan kesehatan, higienitas dan bermanfaat. Hal inilah tujuan utama dari UU 33 / 2014 Tentang Jaminan Produk Halal.”Kenapa diatur demikian, untuk melindungi dan menenteramkan konsumen,” ungkap Sumarsongko.

Para peserta pelatihan diminta untuk menyusun buku manual mengenai Sistem Jaminan Halal (SJH), pada tempat usahanya masing-masing. Karena halal itu bukan hanya bahannya saja, melainkan juga proses, penyajian hingga SDM nya. Semua harus mengikuti rambu-rambu yang sudah ditetapkan dalam Sistem Jaminan Halal.