Kubar Kaya akan Produk Kerajinan

Tidak dipungkiri lagi, Kutai Barat (Kubar) memiliki kekayaan kerajinan yang melimpah ruah. Salah satunya, yang sudah dikenal adalah tenun doyo, badong, sarut, anyaman rotan dan sulam tumpar.

“Hal ini mendukung ekonomi kreatif dan mewujudkan Kubar sejahtera serta meningkatkan pendapatan para perajinnya,” kata Ketua Dekranasda Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan pada kunjungan tim penilai panji Dekranasda Kaltim yakni Hartami Purwaningsih dan Siti Chairul Ainun, di Kantor Bupati Kubar, seperti dilansir Tribun Kaltim Kamis (13/12).

Adapun kunjungan tim penilai tersebut, dalam rangka koordinasi panji-panji keberhasilan pembangunan Dekranasda di Kubar.”Semoga Kubar pada 2019 mendatang, masih dipercayakan kembali mendapatkan panji keberhasilan Dekranasda Kaltim,” katanya.

Hartami Purwaningsih selaku Ketua Tim Penilai Panji Dekranasda Kaltim mengatakan kagum dengan kerajinan Kubar yang saat ini sudah mulai terkenal secara nasional. Terutama tenun doyo dan tumpar.

Terus lah berinovasi terhadap kerajinannya. Menjaga supaya kerajinan, motif-motif dan lainnya tidak di klaim oleh pihak lain. Diharapkan Dekranasda Kubar segera mengurus hak patennya, sehingga kerajinan khas Kubar bisa terlindungi,” ujarnya

Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan kedatangan tim penilai tersebut, meyakinkan pemerintah daerah dalam hal pembobotan dan penilaian dari pada penerima panji-panji keberhasilan Kaltim. Untuk Dekranasda, mengunggulkan di bidang kerajinan. Dimana kerajinan Kubar memiliki keunggulan dari sisi orisinalitasnya.

Budaya Kubar sangat mendukung dengan produk-produk kerajinan yang ada ini. Karena kerajinannya bisa langsung digunakan dalam kegiatan-kegiatan budaya. Pada jaman modern ini, kerajinan tidak hanya digunakan pada acara budaya saja.

Namun digunakan untuk rutinitas setiap harinya. Misalkan, kerajinan dari anyaman rotan, sulam tumpar dan tenun doyo digunakan keseharian. Bahkan sudah dimodifikasi dengan sentuhan desainer nasional.

Itu sudah pernah dilakukan dengan menggandeng perancang Billy Tjong, dalam acara The Beauty Of West Kutai, di Pelataran Ramayana Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 3 September 2018.

Dengan sentuhan-sentuhan baik dari perancang maupun teknologi sehingga nilai-nilai kerajinan yang dibuat tadinya, memiliki nilai ekonomis yang tinggi.”Oleh karenanya, ada suatu kebanggaan tersendiri saat menggunakan produk-produk khas Kubar, seperti Batik Moring, Tumang, tenun doyo, tenun badong dan lainnya,” ujarnya.

Untuk itulah tim ini datang, meyakinkan benar kerajinan itu berada di Kubar dan bagaimana dukungan pemerintah terhadap kerajinan ini. Setelah datang dan melihat, dukungan pemerintah sangat baik, dari kebijakan, pendanaan dan perencanaan.”Pemerintahnya cukup optimal di dalam memberikan dukungan pengembangan kerajinan di Kubar,” ucapnya. (hms)