Kembangkan Pagar Mantap, DP3 Balikpapan Tambah 5 Lokasi

BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Heria Prisni berencana menambah 5 lokasi pelaksanaan program Pagar Mantap.

Pagar Mantap adalah akronim dari Pangan Keluarga Mandiri Terpadu dan sudah dijalankan sejak tahun 2020. Saat itu, ada 2 lokasi percontohan Pagar Mantap yaitu kawasan Sumber Rejo dan Batu Ampar.

Program ini digarap dengan memaksimalkan lahan pekarangan lingkungan. Contohnya pekarangan ditanami budidaya lele (Buda Lele), kawasan rumah tahan lestari (KRTL) dan mandiri terampil berdaya (Mathilda).

Menurut Kepala DP3 Balikpapan Heria Prisni, latar belakang digagasnya program ini karena belum optimalnya ketahanan pangan di kota Beriman, baik melalui pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan lahan pekarangan. Terlebih Kota Balikpapan masih mengandalkan pasokan dari luar daerah sehingga dimasa pandemi ini masyarakat Balikpapan harus siap dengan kebutuhan pangannya sendiri.

Untuk itu DP3 Balikpapan terus mendorong segenap masyarakat Kota Balikpapan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan pertanian dengan cara menanam sendiri di pekarangan rumah.

“Jika ada dua, tiga pot sudah aman. Paling banter sehari sepuluh sampai dua puluh biji kan jadi enggak terlalu banyak butuhnya,” ujarnya, Kamis (14/1).

Melalui program Program Pangan Keluarga Mandiri Terpadu (Pagar Mantep), masyarakat Kota Balikpapan diharapkan tidak lagi terlalu bergantung kepada komoditas tertentu.

Pada 2021, dikutip dari tribun kaltim, Heria berencana untuk menambah 2 kawasan lagi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Pusat Persediaan dan Ketersediaan Pangan oleh Kementrian Pertanian (Kementan) serta 5 kawasan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik.

Heria memaparkan bahwa penambahan kawasan tersebut masih menunggu petunjuk teknis dari Kementan yang diperkirakan tersedia pada akhir Januari. Adapun, DP3 Kota Balikpapan juga menyediakan bibit secara gratis kepada masyarakat yang ingin menanam tanaman hortikultura di pekarangan rumah.

“Datang saja ke kantor, atau bisa melalui telepon dan WhatsApp, setelah itu akan kami tinjau ke lapangan agar bibit yang sudah diberi dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.