Kehalalan Ingredien dari Tanaman

Ingredien yang diperoleh dari tanaman pada dasarnya adalah halal. Tetapi jika diproses menggunakan bahan tambahan dan bahan bantu yang tidak halal, produk ingredien jadi haram.

Dikutip dari foodreview indonesia Vol. XIV, misalnya minyak makan (edible oil), pewarna, emulsifier dan flavouring agent. Jika minyak nabati dicampur dengan minyak hewani yang haram, maka ingredien sebagai minyak campuran menjadi haram.

Contoh lain margarin. Dia berasal dari tanaman dan halal. Tetapi jika ada penambahan pewarna, antioksidan, flavouring agent dan emulsifier dari bahan haram, maka margarin nabati tersebut berstatus haram.

Contoh lain lesitin, monogliserida dan digliserida, karena berasal dari tanaman prinsipnya halal. Tapi jika saat mengekstraknya menggunakan mikroorganisme yang media pertumbuhannya mengandung bahan haram, ingredien tersebut menjadi haram.

Tokoferol dari tanaman adalah halal. Tetapi,jika cara ekstraksi dan pemurnian mengandung bahan tidak halal, ingredien tersebut menjadi haram.

Tidak hanya komponen mikro, yang makro seperti pati atau tepung bahan nabati jika diperkaya dengan vitamin B-1, asam folat dan infredien lain yang belum terjamin kehalalannya, bisa jadi pati tersebut jadi haram.

Hal ini berlaku juga untuk gula. Jika saat pemurnian dan dekolorisasi menggunakan serbuk tulang haram maka gulanya pun menjadi haram.

Oleh karena itu, kita harus memperhatikan bahan tambahan dan bahan bantu saat memproses ingredien yang kita kehendaki untuk menjamin kehalalannya.