Keamanan Pangan Produk Boga Bahari

Produk Boga Bahari (seafood) merupakan produk yang berasal dari laut. Karakteristiknya mudah rusak karena memiliki kadar air yang tinggi.

Selain itu pH yang mendekati netral dan mengandung asam lemak tidak jenuh juga membuat cepatnya proses oksidasi yang bisa membuat ketengikan.

Penurunan kesegaran produk boga bahari setelah ditangkap akan terjadi dalam rentang waktu 8 – 20 jam di suhu ruang seperti dilansir majalah foodreview edisi XIV.

Untuk meningkatkan keamanan produk bahari maka diperlukan optimalisasi pendingin.

“Jika disimpan tanpa pemberian es, produk boga bahari akan mengalami peningkatan suhu 7 derajat celcius dalam rentang 12 jam. Dengan penyimpanan rendah dapat memperpanjang kesegaran ikan hingga 48 jam,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, Hasanuddin Yasni.

Rantai dingin adalah bagian dari rantai pasok yang bertujuan untuk menjaga suhu agar produk tetap terjaga selama proses pengumpulan, pengolahan dan distribusi sampai ke konsumen.

Saat ini kebutuhan Indonesia terhadap pendingin sebanyak 14 juta ton. Sedangkan yang baru dipenuhi hanya 7.5 juta ton.Untuk itu peluang bisnis disektor ini masih sangat besar.

Apalagi trend konsumen yang menginginkan makanan ready to eat membuat peranan rantai dingin semakin besar.

Hasan mengungkapkan rantai dingin tidak boleh terputus dari farm to fork. Indonesia memiliki 818 pelabuhan perikanan baik pelabuhan samudera hingga pelabuhan pendaratan ikan, kontainer yang digunakan untuk distribusi laut telah memiliki kapasitas berpendingin dan menjadikan biaya lebih murah.

“Kontainer pendingin akan lebih baik jika dilengkapi dengan sistem Internet of Things (IoT) dab dilengkapi data logger yang baik sperti dalam skema rantai dingin, sehingga dapat selalu dimonitor suhu produk dan pergerakannya selama pendistribusian,” tambah Hasan.