HDI Donasikan Suplemen Madu untuk Tenaga Medis

Pandemi Covid – 19 yang berkepanjangan ini juga menggugah kepedulian sejumlah elemen, tak terkecuali PT Harmoni Dinamik Indonesia (HDI) Family Center Kutai Barat.

Salah satu produsen suplemen kesehatan yang berbasic madu. HDI Familiy  Kubar menyerahkan bantuan suplemen kesehatan Propoelix sebanyak 20 box atau sebanyak 600 vegecaps kepada tenaga medis yang menangani langsung pasien Covid-19 di Rumah Sakit Pratama.

Bantuan dari HDI Family Center Kutai Barat diserahkan langsung oleh  Henny Bernadeth Korah didampingi Paul Klay, Maria Nienchidangala, Aspiah Nur, Akhmad Fadillah mewakili Chairman & CEO HDI  Mr Brandon Chia yang  diterima oleh Direktur RSUD HIS dr Akbar M Si di RSUD HIS.

Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan tenaga medis RS Pratama. Turut Hadir Dokter Nyoman dan Dokter Eri Sarudin, Jumat (10/7).

“Bantuan HDI Propoelix ini dapat berfungsi  sebagai immunomodulator, immune booster spesial diberikan bagi rekan rekan Pejuang Medis di RS Pratama,” ujar Maria Nienchidangala.

Maria menjelaskan, HDI Propoelix adalah ekstrak bee propolis, yang secara klinis dan ilmiah bermanfaat sebagai antioksidan alami, antivirus, antibakteri, anti jamur dan antiinflamasi/ peradangan, bahkan peradangan yang terjadi pada organ tubuh.

Sementara menurut Henny Bernadeth , HDI adalah perusahaan multinasional yang bergerak dibidang distribusi makanan kesehatan yang berbahan alami dari perlebahan yaitu madu, royal jely propolis dan polen.

”Masyarakat pada umumnya mengetahui HDI bukan hanya sekedar bisnis tapi juga peduli terhadap sesama, terlebih para pejuang medis sebagai garda depan dipandemi Covid-19,” ucap Henny.

Sesuai visi HDI Live Learn Love yaitu ingin membantu masyakat hidup lebih sehat, menurut Henny, penyerahan donasi produk HDI Propoelix ini merupakan bukti HDI meningkatkan dukungannya terhadap upaya melawan Covid-19.

Dalam kesempatan itu, dr Akbar menyampaikan terimakasih kepada HDI Family Kubar yang telah peduli kepada para pejuang medis yang berada di garis depan memerangi krisis Covid-19.

Suplemen ini, kata dr Akbar, sangat bermanfaat bagi tim medis sebagai garda terdepan karena para petugas medis paling rentan dan berisiko tinggi terjangkit.

“Jika melihat berita yang beredar, ternyata tenaga medis juga mengalami tindakan diskriminasi dari masyarakat. Dampak dari pandemi ini tak hanya menyerang fisik mereka, namun juga kesehatan mental,” ujarnya sembari menyemangati para tim medis agar tetap tegar dalam menanganani pasien Covid-19.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19, menjaga jarak fisik dan pembatasan aktivitas sosial.

“Kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 ini sangat berperan penting dalam memutus mata rantai penularan wabah ini,” tambahnya.(hms)