Gorengan Buruk Untuk Kulit

Gorengan disinyalir buruk untuk kesehatan kulit. Dilansir dari kps (8/5), Arini Astasari Widodo, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Abdi Waluyo menjelaskan dalam makanan-makanan yang digoren ada banyak komponen-komponen yang dapat memberikan dampak pada kulit, antara lain disebabkan oleh:

1. Proses menggoreng. Proses menggoreng meningkatkan molekul AGE (advanced glycaltion end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin sehingga memicu penuaan kulit. Proses ini juga membutuhkan temperatur tinggi, sehingga meningkatkan jumlah trans fat dan membuat vitamin-vitamin yang berada di dalam makanan menjadi rusak, termasuk vitamin yang berguna untuk kulit.

2. Penyerapan lemak jenuh dan lemak trans. Lemak trans yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan respons peradangan termasuk pada kulit. Hasilnya, kulit menjadi lebih sensitif.

3. Kalori tinggi. Proses menggoreng dapat meningkatkan kalori makanan hingga tiga kali lipat. Kalori tinggi bisa membawa dampak buruk terhadap kulit.

4. Tinggi sodium. Bahan-bahan makanan yang digoreng tinggi kandungan garam dan MSG. Keduanya dapat menarik air, sehingga makanan gorengan dapat memicu retensi cairan pada tubuh. “Wajah dapat tampak puffy sehingga cenderung tidak segar,” uangkap dr. Arini.