Cara mengurangi ketagihan makanan cepat saji

Dokter syaraf Peter Hall, Ph.D dari University of Waterloo dan Nicole Avena, Ph.D dari Mount Sinai Health System berbagi tips mengurangi ketagihan makanan cepat saji.

NAFSU
Area otak orbitofrontal corteks mengevaluasi memori, rasa dan pengalaman baru kita untuk menentukan seberapa baik keputusan kita untuk mengkonsumsi suatu makanan. Dorongan untuk mengulangi pengalaman senang di masa lalu tumbuh semakin kuat dan berubah menjadi dorongan fisik, menyalakan sistem syaraf otonom kita.

Cara menguranginya dengan menghindari dorongan tersebut dengan membuat batasan antara diri kita dan nafsu. Misalnya jika rasa nafsu terhadap mi instant ataupun ayam goreng sering menghampiri kita ketika melewati restoran maka hindari rute tersebut.

SENSASI GIGITAN PERTAMA
Satu gigitan makanan cepat saji akan menggugah semua indera kita dan mengirmkan data sensori ke gustatory cortex. Sel pencari rasa pada sistem pencernaan mengirim sinyal kesenangan kembali ke otak kita. Lalu, dopamin dan opinoid mengalir bebas dan kita pun akan lebih sulit berhenti makan daripada sebelumnya.

Cara menguranginya latihan olahrga rutin yang akan menguatkan area otak dorsolatateral prefrontal cortex. Latihan fisik akan memperlancar aliran darah dengan oksigen, hormon dan cadangan glikogen.

NGIDAM
Wangi kentang goreng atau gorengan ayam mungkin akan kita rasakan ketika melewati restoran cepat saji. Rangsangan tersebut akan mengarah ke otak dan mengambil memori – memori dan hipokampus dan memindahkannya ke memori kerja. Dopamin atau zat kimia yang menggugah rasa kesenangan dan oploid kemudian mulai mengganggu area otak kita agar kita mencari sesuatu yang menyenangkan bagi diri kita.

Cara memeranginya dengan mengalihkan perhatian dengan main game, berolahraga dan sebagainya. Fokus pada efek samping makanan cepat saji yang akan menyebabkan berbagai penyakit. Sebuah studi imajinasi otak menunjukkan bahwa melatih pikiran – pikiran tersebut akan mengaktivasi area otak tertentu.