Bupati FX Yapan mengikuti pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian oleh Presiden Joko Widodo

PANGANGIZI.COM – Bupati Kubar FX Yapan SH didampingi Kepala Dinas Pertanian Kubar Petrus S HUT, mengikuti pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertanian secara virtual secara virtual dari Ruang Kerja Bupati Di Lou Singa Praja Kediaman Pribadi Bupati, Busur Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (14/8).

Penyelenggaraan ekspor pertanian merupakan momentum apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan tanah air yang telah bahu-membahu dan bersinergi membangun pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan serta pakan di dalam negeri dan memenuhi pasokan pasar global.

Dalam arahan Presiden menyampaikan, sektor pertanian mampu bertahan dari hantaman pandemi. Ekspor di tahun 2020 mencapai Rp 451,8 triliun naik 15,79 persen dibandingkan tahun 2019 yang angkanya Rp 390,16 triliun. Pada semester I tahun 2021 dari Januari-Juni 2021, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun naik 14,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp 202,05 triliun.

Lebih lanjut Bupati FX Yapan SH menuturkan, Kutai Barat memiliki lahan pertanian yang luas dan sangat potensial. Namun memiliki kendala yakni infrastruktur menuju lokasi/lahan pertanian. Oleh sebab itu pemerintah dengan program jangka panjang dan dimulai dari 2021 membuka akses jalan menuju lahan-lahan pertanian. Jika belum ada akses jalan, tidak mungkin bisa melakukan pembinaan kepada kelompok tani.

Mulai 2021 juga sudah dilakukan pendampingan kepada kelompok tani dengan memberikan dukungan anggaran untuk akses jalan. “Jika akses jalan sudah ada dan stabil maka kedepan akan lebih mudah, seperti pembukaan lahan di Rapak Oros, Geleo sudah lancar karena sudah ada akses jalan,” ujar Bupati Yapan.

Begitu juga akses jalan ke provinsi. Para petani di Kubar ingin menjual hasil pertanian ke provinsi, namun akses jalan provinsi juga belum memadai atau masih rusak membuat biaya sangat tinggi. Pemerintah terus berupaya melaporkan kondisi di Kubar kepada pemerintah provinsi dan pusat.

Selain itu, lanjut Bupati Yapan, pemkab terus sosialisasi kepada masyarakat untuk bercocok tanam atau bertani guna pemenuhan kebutuhan lokal. ”Kondisi pandemi saat ini, mari masyarakat luangkan waktu untuk bercocok tanam supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak perlu berbicara kebutuhan keluarga lain, mari kita penuhi kebutuhan keluarga sendiri itu yang kita utamakan,” tandas Bupati.

Saat ini juga sudah banyak masyarakat yang bercocok tanam, namun masih menggunakan cara tradisional yakni dengan membakar lahan. Padahal ada aturan lahan tidak boleh dibakar.”Pemkab sudah mensosialisasikan untuk membuat sistem jika lahan dibakar, yakni membuat sekat bakar. Ketika ingin membakar, harus melapor ke aparat kampung sehingga bergotong royong untuk menjaga agar api tidak merambat ke lahan lain atau hutan,” ujarnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mulai sadar untuk membuka lahannya sebagai lahan pertanian.”Almarhum kakek saya mengatakan, biarpun kita memiliki uang satu lamin, jika tidak ada orang menjual beras apa yang kamu makan? Tetapi biar kita tidak punya uang, tetapi kita memiliki beras maka kita masih bisa bertahan,” cerita Bupati.

Untuk itulah Bupati mengajak semua masyarakat di Kubar untuk menyisihkan waktu untuk bercocok tanam. Saat ini yang lebih utama adalah pemenuhan kebutuhan lokal.(hms10/adv)