Bisa Dicoba, Berikut Tips Budidaya Tanaman Jahe

Tanaman Jahe/paktanidigital.com

PANGANGIZI.COM – Berita Nasional yang dikutip PANGANGIZI.COM tentang tips budidaya tanaman jahe.

Jahe dikenal sebagai rempah yang ampuh untuk mengatasi bermacam penyakit.

Di tengah pandemi saat ini, Jahe dipercaya sebagai salah satu tananam yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Budidaya jahe di rumah pun mudah, dari mulai menyiapkan benih sampai pemeliharannya.

Melansir dari Sistem Informasi Aplikasi Manajemen Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian, Rabu (17/3/2021), berikut beberapa tips budidaya tanaman jahe:

1. Penyiapan Benih

Benih yang digunakan merupakan benih bermutu atau bersertifikat.

Jahe dapat dikembangbiakan dari rimpang yang memiliki tunas atau dengan anakan.

Rimpang yang akan digunakan sebagai benih memiliki ciri-ciri yakni sehat, berumur lebih dari 9 BST, memiliki 2-3 mata tunas, kulit rimpang tidak kisut, tidak terkelupas, mengkilat dan bernas. Pemilihan sumber benih dimulai dari pertanaman sampai di gudang.

Rimpang untuk benih dipotong-potong dengan ukuran untuk jahe putih besar 30-60 g, jahe putih kecil/jahe merah 20-40 g.

Potongan rimpang dicelupkan ke dalam larutan desinfektan lalu ditaburi abu dapur atau sekam padi di bagian atas media semai.

Bagian rimpang yang terbaik dijadikan benih adalah ruas kedua dan ketiga.

Sebelum ditanam rimpang ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan, yaitu dengan cara menghamparkan rimpang diatas jerami atau alang-alang tipis, ditempat teduh, atau di dalam gudang dan tidak ditumpuk.

Selama penyemaian dilakukan penyiraman sesuai kebutuhan dengan cara disemprot (jangan disiram). Benih yang telah bertunas dengan tinggi tunas 1-2 cm siap ditanam di lapang.

Kebutuhan benih: 1-1,5 ton/ha (jahe merah/emprit), 2 – 2,5 ton/ha (jahe gajah)Populasi : 40.000 tanaman/haPotensi hasil : 16 ton/ha (jahe putih kecil/ jahe merah), 37 ton/ha (jahe putih besar)

2. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan dilakukan dengan membajak atau mencangkul tanah sampai kedalaman 25-30 cm, selanjutnya membuat bedengan searah lereng dengan jarak tanam sekitar 60 x 40 cm. Tinggi bedengan 40 cm, lebar dan panjang disesuaikan dengan lereng, parit atau jarak antar bedengan 40 cm.

3. Pemupukan

Pemupukan awal pada saat pengolahan lahan diberikan pupuk organik/pupuk kandang 0,5-1 kg/lubang. Diberikan 2-4 minggu sebelum penanaman.

Pada umur 4 BST dapat pula diberikan pupuk kandang kedua sebanyak 20 ton/ha.Pemupukan awal pada saat pengolahan lahan diberikan pupuk organik/pupuk kandang 0,5-1 kg/lubang. Diberikan 2-4 minggu sebelum penanaman.

Pada umur 4 BST dapat pula diberikan pupuk kandang kedua sebanyak 20 ton/ha.Apabila diperlukan, pupuk anorganik diberikan dengan dosis 300-400 kg urea per ha yang diberikan dalam tiga agihan masing masing 1/3 dosis pada umur 1, 2 dan 3 BST, sedangkan SP-36 300 kg/ha dan KCL 400 kg/ha diberikan pada waktu tanam.

4. Penanaman

Penamanan dilakukan pada awal musim penghujan, dengan jarak tanam yang sudah ditentukan dengan kedalaman tanam sekitar 5-7 cm.

Benih diletakkan dengan hati-hati ke dalam lubang tanam dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas, tanah di sekitar benih agak dipadatkan agar benih kokoh, lalu benih ditutup dengan tanah. (*)

Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul ‘Tips Budidaya Tanaman Jahe hingga Panen’ https://economy.okezone.com/read/2021/03/17/455/2379048/tips-budidaya-tanaman-jahe-hingga-panen