9 Langkah Menanam Jahe di Polybag hingga Panen

ilustrasi jahe di polybag

PANGANGIZI.COM – Jahe telah lama dijadikan sebagai tanaman obat keluarga. Jahe biasa dibudidayakan dalam skala besar dikarenakan waktu panennya yang memakan waktu hingga lebih dari sepuluh bulan. Budidaya jahe dapat membawa hasil memuaskan apabila ditanam pada tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung humus.

Jika tidak mempunyai lahan yang terlalu luas, maka bisa dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau taman dan halaman belakang rumah untuk melakukan penanaman jahe. Namun, jahe juga bisa di tanam di dalam polybag.

Menanam Jahe dalam polibag perlu memperhatikan banyak hal dan ketelatenan. Mulai dari pemilihan bibit hingga perawatannya. Berikut ini adalah cara menanam dan merawat tanaman jahe dalam polybag:

Cara menanam jahe di polybag

Agar sukses menanam jahe sendiri di rumah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Waktu menanam jahe

Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, yakni antara bulan September atau Oktober. Sebab, bibit tanaman jahe membutuhkan air yang cukup banyak di awal-awal masa pertumbuhannya.

Namun, untuk mempersiapkan bibit jahe, diperlukan waktu 2-4 bulan sebelum masa penanaman.

2. Alat dan bahan untuk menanam jahe

  • Polybag minimal ukuran 40×50 cm
  • Media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan masing-masing 2:1:1 atau 3:2:1
  • Tanah yang gembur dan subur
  • Pupuk organik

3. Memilih varietas jahe

Jahe terdiri dari 3 jenis, yaitu jahe putih besar (jahe gajah), jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah (jahe sunti). Ketiganya dapat dijadikan bahan masakan.

Namun, dari ketiga varietas jahe tersebut, yang paling sering dijadikan bahan obat-obatan adalah jahe merah dan jahe putih kecil.

4. Memilih bibit rimpang

Proses pembibitan tanaman jahe dilakukan secara vegetatif. Artinya, jahe ditanam dengan menumbuhkan tunas-tunas yang ada pada rimpang jahe.

Untuk memilih bibit jahe yang berkualitas, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Ambil bibit langsung dari kebun dan bukan dari pasar
  • Cari bibit yang sudah berumur 9 – 10 bulan ke atas
  • Pilih bibit jahe dengan ukuran rimpang yang besar, sehat, berwarna cerah dan bertekstur mulus

5. Penyemaian bibit

Sebelum menanam bibit, sebaiknya rimpang terlebih dahulu dikecambahkan dengan cara:

  • Jemur rimpang jahe selama beberapa menit, jangan sampai kering.
  • Simpan pada suhu ruangan selama 1 sampai 1,5 bulan.
  • Patahkan rimpang tersebut dengan tangan, pastikan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas.
  • Rendam atau basahi rimpang tersebut dengan air, lalu letakkan di tempat lembab dalam wadah tertutup agar benih berkecambah dengan baik.
  • Kontrol setiap hari, basahi bibit jika sudah mulai mengering.
  • Bibit akan mulai berkecambah dalam 2 minggu dan siap disemai.
  • Setelah rimpang berkecambah, lakukan penyemaian dengan cara membenamkan bibit-bibit jahe tadi secara vertikal ke dalam kotak kayu yang diisi dengan abu gosok dan sekam.
  • Diamkan sampai tumbuh 3-5 daun sejati.
  • Biarkan bibit tersebut hingga 1 ½ -2 bulan di ruangan tertutup yang terlindung dari sinar matahari langsung.

6. Proses penanaman benih

Langkah budidaya jahe selanjutnya adalah proses penanaman yang dilakukan dengan cara:

  • Buat lubang kecil dengan ukuran kedalaman 3-7,5 cm.
  • Ke dalam lubang tersebut, masukkan bibit rimpang jahe dengan posisi ditidurkan dan mata tunas dihadapkan ke atas.
  • Tutupi bibit dengan tanah dengan ketebalan kurang lebih 5 cm dan padatkan. Bagian tunas jangan sampai tertutup.
  • Siram dengan air secukupnya untuk melembapkan tanah.
  • Letakkan polybag di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

7. Cara merawat tanaman jahe

Agar budidaya jahe dapat berhasil dengan baik, rawatlah dengan cara berikut ini:

  • Siram 1-2 kali sehari pada sore hari. Bila cuaca panas, sebaiknya siram dua kali sehari.
  • 2-3 minggu setelah penanaman, lakulanlah penyulaman atau penggantian bibit tanaman jika ada tunas yang telah mati atau mengalami pertumbuhan yang abnormal.
  • Tambahkan pupuk pada tanaman yang sudah berusia satu bulan. Setelahnya, pemupukkan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali.
  • Lakukan penyiangan dengan cara membersihkan gulma dan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman setiap 2-3 minggu sekali. Jika terdapat hama dan atau penyakit pada tanaman segera bersihkan dengan menyemprotkan insektisida atau fungisida organik agar jahe tetep sehat.
  • Ketika sudah ada jahe yang terlihat menyembul keluar tanah, lakukan penambahan media tanam setebal 10 cm. Begitu seterusnya sampai tiba masa panen.

9. Masa panen jahe

Masa panen jahe dapat dilakukan setelah ditanam minimal selama 10 bulan. Akan tetapi, untuk kebutuhan bumbu dapur, jahe yang berusia 4 bulan juga sudah bisa digunakan.

Untuk mengetahui mana jahe yang siap dipanen, bisa dilihat dari penampilan tanaman. Tanaman yang siap panen umumnya sudah tua, ditandai dengan daun dan batang yang berubah warna menjadi kuning dan mengering.

Untuk memanen jahe, lakukan cara ini:

  • Angkat rimpang jahe dengan cara dicungkil, hati-hati saat melakukan tahap ini agar jahe tidak rusak atau lecet.
  • Bersihkan tanah serta kotoran yang menempel, bisa juga dicuci dengan air bersih.
  • Jemur dengan menggunakan papan atau daun pisang sekitar 1 minggu.
  • Jangan menumpuk jahe agar untuk menghindari jadi lembap, lebih baik ditaruh dengan cara disebar.

Umumnya, dalam satu polybag jahe kamu dapat menghasilkan rimpang jahe sekitar 2-5 kg.

Artikel ini telah tayang di sehatq.com dengan judul “Cara Menanam Jahe di Polybag dan Langkah Merawatnya agar Panen”. https://www.sehatq.com/review/cara-menanam-jahe-di-polybag-dan-langkah-merawatnya-agar-panen